Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Bidang Kesusastraan

Menurut Sumarno dan Saini, sastra adalah ungkapan pribadi manusiaberupa pengalaman, pemikiran, perasaan, gagasan, semangat, keyakinan, dalam suatu bentuk gambaran kongkret yang membangkitkan pesona dengan alat-alat bahasa.sementara itu menurutMursal Esten, menyatakan sastra atau kesusastraan adalah

pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia (dan masyarakat) melalui bahasa sebagai medium dan punya efek yang positif terhadap kehidupan manusia (kemanusiaan)

Peran Sastra Dalam Revitalisasi Lingkungan:

CUACA ekstrem dan anomali iklim belakangan kian muncul secara kasat mata. Degradasi lingkungan juga menjadi keniscayaan yang berdampak pada terjerembapnya sisi kemanusiaan kita, melihat betapa korban harta bahkan jiwa dalam jumlah besar semakin kerap terjadi.

Pakar lingkungan yang juga Mantan Menteri Lingkungan Prof. Dr. Emil Salim pernah mengatakan, sedikitnya telah terjadi sepuluh jenis kerusakan di muka bumi akibat ulah manusia, sehingga menimbulkan berbagai konflik dan permasalahan. Salah satu kerusakan bumi tersebut, naiknya suhu bumi yang sangat berpengaruh terhadap perubahan iklim.Naiknya suhu bumi sangat memengaruhi iklim global yang kondisinya semakin tidak menentu. Musim hujan melebihi batas waktu dan musim kering dirasakan jauh lebih kering dari biasa. Emil Salim menambahkan, sepuluh kerusakan bumi akibat bergesernya gaya hidup manusia dari needs ke wants, yakni dari hidup berdasarkan kebutuhan menjadi hidup berdasarkan keinginan. Kondisi itu menyebabkan ada pihak yang hidup berlebihan. Namun, tidak sedikit pula yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Persis seperti peribahasa yang kerap didengungkan pahlawan nasional India, Mahatma Gandhi, the world provides enough for everybodys need but never enough for any bodys greed.” Sesungguhnya bumi dan alam seisinya telah menyediakan berbagai keperluan manusia dengan cukup. Namun, keserakahan manusialah yang membuat semuanya dirasakan tidak cukup. Dengan demikian, manusia menjadi subjek paling depan dalam membuat kerusakan di muka bumi ini.Untuk itu perlu kesadaran dan peran semua pihak untuk mengatasi kerusakan lingkungan khususnya perubahan iklim dengan menghijaukan dan menghutankan lahan kritis di muka bumi. Upaya yang memerlukan gerakan berkesinambungan dan waktunya cukup lama tersebut, sekaligus untuk menyediakan air buat kebutuhan bagi umat manusia dan makluk hidup lain.

Kepedulian dan kepekaan terhadap lingkungan harus diartikulasikan siapa pun dengan latar belakang apa pun. Termasuk dalam bidang sastra. Bahkan, mungkin, bidang sastra justru berada di baris depan (avant garde) dalam menyuarakan kepedulian terhadap pelestarian alam semesta.Menurut Maman S. Mahayana dalam tulisannya, Lingkungan Hidup Dalam Sastra, para sastrawan di .belahan dunia mana pun, justru sudah sejak dahulu mengingatkan pentingnya persahabatan dengan alam, kembali ke alam (back to nature). Persahabatan dengan alam dan kepedulian terhadap lingkungan, telah menempatkan alam dan lingkungan hidup sebagai sumber ilham dan kreasi imajinatif sastrawan.

Menurut Maman, karya-karya sastra beraliran romantisisme (abad ke-16 Masehi) sudah sarat dengan napas kerinduan pada alam. Revolusi industri yang mengentak dunia kala itu telah mencerabutkan manusia dari sisi kemanusiaan, religiositas, dan spiritualitasnya. Pada konteks demikian, sastra menjadi medium “pembersih” ketercerabutan manusia dari akar kemanusiaannya itu.Hal serupa juga telah mewarnai panggung sastra Indonesia. Dari karya klasik hingga kontemporer, suara tentang alam dan kejernihan membaca kondisi lingkungan telah lama digaungkan. Sebut saja puisi-puisi karya Muhammad Yamin. Juga Ramadhan K.H. yang mengangkat tema keindahan alam tanah Sunda dalam kumpulan puisi Priangan Si Jelita. Penyair-penyair lain seperti Amir Hamzah, Sanusi Pane, Sutan Takdir Alisjahbana, dan belakangan Abdul Hadi W.M. dan Sapardi Djoko Damono juga lekat dengan untaian indah puisi pada alam.

Karya-karya prosa para sastrawan kita juga sangat banyak yang mendeskripsikan keindahan alam tanah air.

(http://reniangraeni.wordpress.com/2010/11/01/konsep-ilmu-budaya-dasar-dan-kesusastraan/)

Tentang akbarchairul

im big
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s